Melukis Rasa Dalam Aksara

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu ***Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni ...................................................................... Puan, hujan turun lagi, seperti hujan disajak tuan Sapardi. Agak aneh memang, karena seharusnya kemarau sudah mulai menyapa. Tapi, aku malah senang, Dia sangat tahu bahwa stok air yang tercurah dari langit membantuku memutar film hitam putih tentang kita. Sudah kubilang kan, dalam air hujan sembilan puluh persen kandungannya adalah kenangan? Pita ingatan yang berputar-putar kala petang membuatku tersenyum sekaligus miris sendirian. Jujur, aku rindu kekitaan kita yang telah menghilang. Hanya denganmu saja aku bebas menjadi aku yang seaku-akunya. Tak perlu memakai topeng pura-pura seperti yang selalu kukenakan. Tak perlu berperan menjadi kuat. Bebas menangis dan menunjukkan kerapuhan yang selalu kusembunyikan dari banyak orang. Tentunya, aku bebas menunjukkan kemanjaan dan kekanakan yang selalu tertutup dengan ketegasan. Kau ingat kan setiap lawakan penghilang bosan saat kita berbincang? Entah kenapa setelah kepergianmu tiada lagi hal lucu yang bisa kutertawakan. Aku bosan hanya bercakap-cakap dengan keheningan kala malam menjelang. Begitu berulang-ulang. Inginku, dialog kita yang panjang-panjang mendentingkan ramai yang tak lagi kutemukan. Kalau mengakhiri kerumitan ini mampu mengembalikan masa silam yang hilang, dengan senang hati kulakukan. Karena, berbicara antara hati makin sulit terbentangkan antara kita. Ah, maaf pantaskah kuucapkan kita? Bila judul cerita yang memuat namamu dan namaku tak pernah jelas muaranya. Oh, sudah malam. Aku tak mau menghabiskan waktu istirahatmu disana dengan kecerewetanku yang tak sudah- sudah. Maklum, hanya denganmu saja mampu kurentangkan kata sedemikian banyaknya. Jaga kesehatan ya, jangan lupa kenakan pakaian hangat. Disana dingin sekali bukan. Ingatlah, saat kau sakit disana, nyerinya ikut kurasakan

by tegowanuputra

Learn more

1 Users Enabled This Applet 1
works with
  • Facebook Pages

Applet version ID 435641