ronihalix09@gmail.com

MESTERI DAN DINAMIKA PERADAPAN HUKUM NARKOBA DI TANA SEDULANG SETUDUNG KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN. BANYUASIN"(WN)"Kamis 31 sebtember 2015..Mesteri dan Dinamika Peradapan Hukum Narkoba Di Tanah Sedulang Setudung Kab banyuasin. Sejumla Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama 'Menila Generasi Muda Kab Banyuasin Hancur Ahlak prilaku nya Akibat Bebas nya Peredaran Narkoba Di Kab Banyuasin...Para Bandar Narkoba Suda sangat banyak suda tertangkap ,Tapi kenapa Para Pecandu Narkoba Semakin Meningkat..??? Apa kah mungkin Narkoba sebagai Pengganti MPWP seperti nya Atas Barang Bukti Tangkapan Narkoba Itu ada Masala BKN dan PPBB Polres Kab Banyuasin Harus La Berperan Aktif Dalam Dalam mengawasi dan Menindak Menjalan kan Aturan dalam hal Memberantas Narkoba" Pada Tanggal 25 Mai 2015 Polsek rambutan Berasil Aman kan Sabu-sabu seharga Rp 1.5 Milyar dengan berat 1,6 Kg.satu kilogran enam gram yang rencananya akan di edarkan di Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir berhasil digagalkan petugas. Setelah tiga pelaku Zulkifli bin Sahridan,Aziz Bin Sidik dan Dahlan berhasil dibekuk jajaran Polsek Rambutan Banyuasin.ketiga tersangka dibekuk petugas Polsek dalam razia pada Minggu (24/5/2015) sekitar pukul 3.45 wib "23/12/2015" POLRES BANYUASIN MUSNAKAN SABU 960 GRM . POLRES BANYUASIN SUMATERA SELATAN HASIL PENANGKAPAN BANDAR NARKOBA ZULKIPLI CS YANG MEMILIKI NARKOTIKA JENIS SABU,SABU SEBANYAK 1,6 KG DI KECAMATAN RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN PADA TGL 24/5/2015"BEBERAPA BULAN LALU DILAKUKAN PEMUSNAAN SEBERAT 960 GERAM KASAT RES IKSAN HASRUL MENJELASKAN DENGAN AWAK MEDIA SEBELUN DI LAKUKAN PEMUSNAAN NARKOBA JENIS SABU INI TERLEBIH DAHULU DI LAKUKAN UJI LAB UJAR KASAT RESERSE NARKOBA AKP IKSAN HASRUL. Dari Regulasi Capaia Kenerja Satuan Restik Polres kab Banyuasin tahun 2015 Polres Kab Banyuasin Melakukan Pemusnaan Barang Bukti Sebanyak 960gr sangat menimbulkan pertanyaan yang Besar dari Kalangan Masyarakat Dan Tokoh Agama""Apa kah Mungkin Barang Bukti Hasil Tangkapan Narkoba Di mempaat kan Oleh Oknom Tertentu Untuk di Pasar kan' di Jual Kembali Di Wilaya Kab Banyuasin dan di Luar wilaya Kab Banyuasin. "Pada Saat," Awak Media WN Meng Kompermasi : Kapolres Banyuasin AKBP Julian Muntaha Melalui Via SmS "Pak Kapolres Menyikapi Pemusnaan Barang bukti Narkoba Jenis Sabu Sabu sebanyak 960 gr Hasil penangkapan di kecamatan Rambutan : Pak Kapolres Bukan kah Barang bukti Tsb 1,6 kg .kenapa hanya 960 gr Seperti Nya Yg Kami ketahui Khusus nya Barang Bukti Tangkapan Narkoba Polres Kab Banyuasin " Melalui Pesan Singkat dari no 0811xxxxxxx AKBP JULIAN MUNTAHA Menjawap, Tanya Langsung Sama Kasat Restik nya saja" Berselang BebeRapa waktu Bapak Kapolres Kasi penjelassan lgi " barang bukti itu ada yg di jadikan BB ut Anggota TNI Pom sebagian ut uji Lab dll Jelas Kapolres" SEMENTARA,BBOMN : Menjelas kan, mengenai pengujian sabu-sabu (amfetamin) Menurut literatur yang kami miliki (farmakope indonesia ed 5) dibutuhkan minimal 15 tablet untuk 1 kali pengujian1 tablet 5 mg amfetamin untuk satu jenis prosedur identifikasi zat Tapi dalam pengujian di PPOMN sebagai rujukan di badan POM memiliki metoda analisi yg telah divalidasi dalam pengujian Sehingga untuk memperoleh informasi lebih lengkap, Bapak bisa mengirimkan surat kepada Gedung PPOMN, jl.percetakan negara no.23, Jakarta Pusat "Bukan kah Selisi dari 1,6 kg - 960 gram itu terlalu besar yangkita ketahui POM Untuk mengetees Nya hanya Membutu kan Maxsimal 50 gram Mengenai Tata Cara Prosedur Mengenai Pengelolahan Barang Bukti Hasil Rampasan Tangkapa Jelas jelas Ter Tuang Dalam peraturan Kepolisian. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAB VI PROSEDUR PINJAM PAKAI BARANG BUKTI OLEH PEMILIK : Pasal 23 Barang bukti yang disita dan disimpan di tempat khusus hanya dapat dipinjam pakaikan kepada pemilik atau pihak yang berhak. Prosedur pinjam pakai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai berikut: a. b. c. pemilik atau pihak yang berhak mengajukan permohonan kepada atasan penyidik; atasan penyidik melakukan penilaian dan pertimbangan untuk menolak atau mengabulkan permohonan tersebut; dan setelah permohonan dikabulkan, atasan penyidik membuat rekomendasi kepada Ketua PPBB. Atasan penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah: a. para Direktur Bareskrim Polri, Direktur Polair Polri dan Direktur Lalu Lintas Polri pada tingkat Mabes Polri; BAB VII PENGAWASAN PENGELOLAAN BARANG BUKTI "Pasal 24 Pengawasan terhadap kegiatan pengelolaan barang bukti selain dilakukan secara: a. b. (1) (2) umum; dan khusus. Pasal 25 Pengawasan secara umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a, mulai tingkat Mabes Polri sampai Polsek/tro/ta dilakukan secara rutin oleh Kasatker dan Kasatfung. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui kegiatan: a. b. c. memeriksa administrasi dan buku register daftar barang bukti; memeriksa kondisi tempat penyimpanan; dan memeriksa kondisi fisik barang bukti. " Arti nya Polres Kab Banyuasin ,dalam Pemberantasan Narkoba BERBANDING TERBALIK Atas Ketentuan Dan PER UU Ngan Yang Ada Di NEGARA YANG BERBENTUK HUKUM,ini ( Segala sesuatu / Urusan, Di Atur Dan Di Tuang Kan Di dalam UU HUKUM) ,, BKN Kab Banyuasin dan PPBB Polres Kab Banyuasin Harus Untuk Dipertanyakan"dan BKN Kab Banyuasin , PPBB Polres Kab Banyuasin"Di duga Keras,,Aktor Dari Meraja lelah Nya "Tindak Kejahatan Narkoba di Kab Banyuasin Sum-Sel,Ini" Yang Lebi Mengejut Kan Lagi 3 ( tiga ) Orang pelaku Zulkifli bin Sahridan,Aziz Bin Sidik dan Dahlan "Suda Bebas Tampa Sharat Ada Apa Dengan Hukum di kab Banyuasin ini"!! Apa kah Mungki,, Kab Banyuasin Ini Suda membentu Negara Berserikat Baru Atau Bagai Mana..??? Mohon untuk di Evaluasi kembali Pak Kejagung..Kejaksaan Negri ( Kejari) Kab Banyuasin Yang Semakin mengarah Ke Ambang KE Hancuran Peradapan Hukum di Negara Yang Ber Lambang PANCASILA ini..WN (roni)

by ronihalix09

Install 1
works with
  • Notifications

Applet version ID 372837